Tukang Becak yang Masih Mencari Penumpang

Cerita Becak Hantu Yang Pernah Meneror Masyarakat Kabupaten Lahat, ini  Lokasinya

Malam itu hujan turun tipis membasahi jalanan desa yang sudah mulai sepi. Lampu-lampu rumah sudah banyak yang padam. Hanya suara jangkrik dan gemerisik daun yang terdengar samar di sepanjang jalan menuju pasar lama.

Di desa itu, ada sebuah cerita yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Cerita tentang seorang tukang becak bernama Pak dol. Konon, hingga kini ia masih terlihat mengayuh becaknya meski sebenarnya pak dol telah meninggal bertahun-tahun yang lalu.

Pak dol semasa hidup dikenal sebagai sosok yang pekerja keras. Setiap hari ia mengayuh becaknya dari pagi hingga sampai larut malam demi menghidupi istri dan anak semata wayangnya. Tak peduli panas atau pun hujan, ia selalu berada di pangkalan yang dekat pasar.

Suatu malam, saat hujan deras mengguyur desa SITUS BOBATOTO, Pak dol masih mencari penumpang. Hari itu ia belum membawa pulang cukup uang untuk dapat membeli obat anaknya yang sedang sakit.

Menjelang tengah malam tiba, seorang pria berpakaian hitam datang menghampirinya.

Pak, bisa antar saya ke ujung jalan dekat kuburan itu, tanya pria itu dengan suara yang berat.

Pak dol pun mengangguk. Tanpa banyak bicara, pria tersebut naik ke becak.

Perjalanan terasa aneh. Hujan yang tadinya deras tiba-tiba berhenti mendadak. Udara menjadi sangat dingin. Pak dol juga merasa jalan yang dilaluinya tampak lebih panjang dari pada biasanya.

Sesekali ia mencoba mengajak penumpangnya untuk berbicara, tetapi tidak ada jawaban.

Ketika tiba di dekat area pemakaman, pria itu berkata dengan pelan.

Berhenti di sini

Pak dol menghentikan becaknya dan menoleh ke belakang RTP BOBATOTO.

Namun kursi penumpangnya sudah kosong.

Tidak ada siapa-siapa.

Ia terkejut hingga hampir saja jatuh. Dengan tangan gemetar, ia mencari ke sekitar, tetapi jalanan benar-benar sepi.

Di atas kursi penumpang hanya terdapat beberapa lembar uang yang sudah basah.

Karena ketakutan, Pak dol segera mengayuh becaknya untuk pulang. Namun nahas, dalam perjalanan ia tertabrak truk yang melaju tanpa kendali di tikungan dekat jembatan tua.

Sejak malam itulah hidup Pak dol berakhir.

Warga desa menguburkannya dengan layak. Perlahan cerita tentang dirinya mulai dilupakan.

Arwah gentayangan pak dol


 

Hingga kejadian-kejadian aneh mulai bermunculan.

Beberapa pengendara motor yang pulang larut malam mengaku melihat seorang tukang becak  menawarkan tumpangan di dekat pasar.

Awalnya mereka mengira itu hanyalah tukang becak biasa.

Namun ketika menoleh untuk kedua kalinya, sosok itu telah menghilang.

Ada pula seorang pedagang sayur bernama Bu Sari yang pernah mengalami kejadian lebih mengerikan dari yang lain.

Suatu dini hari ia berjalan menuju pasar untuk berjualan sayur. Saat melewati jalan dekat jembatan tua, ia melihat sebuah becak berhenti di pinggir jalan .

Tukang becaknya tampak menunduk sambil mengenakan caping lusuh.

“Bu, mau ke pasar Saya antar,” katanya.

Karena hari yang masih gelap, Bu Sari tidak terlalu memperhatikan wajah pria itu. Ia pun naik ke atas becak.

Selama perjalanan tidak ada percakapan. Yang terdengar hanya bunyi roda becak yang berdecit dan napas berat sang pengayuh.

Beberapa menit kemudian Bu Sari merasa ada sesuatu yang sangat janggal.

Jalan yang dilalui bukan menuju kea rah pasar, melainkan mengarah ke kuburan tua.

“Pak, ini bukan jalan ke pasar,” katanya dengan cemas.

Tukang becak itu tidak menjawab.

Bu Sari mulai kelihatan panik.

Ketika ia memberanikan diri melihat wajah sang tukang becak dari samping, darahnya seakan berhenti mengalir seketika.

Wajah pria itu pucat keabu-abuan.

Matanya kosong.

Kulitnya tampak seperti mayat yang telah sangat lama terkubur.

SITUS BOBA TOTO menjerit keras.

Dalam sekejap becak itu langsung berhenti.

Saat membuka mata, ia sudah berada sendirian di depan gerbang kuburan. Tidak ada becak. Tidak ada siapa-siapa.

Sejak kejadian itu Bu Sari langsung jatuh sakit selama beberapa minggu.

Cerita tersebut semakin menyebar. Banyak warga yang percaya bahwa arwah Pak Rahman belum tenang.

Menurut para tetua desa, sebelum meninggal ia masih sempat memikirkan anaknya yang sakit dan belum sempat membeli obat.

Rasa tanggung jawab yang begitu besar membuat jiwanya seakan tertahan di dalam dunia.

Setelah beberapa tahun kemudian


Tahun demi tahun berlalu.

Meskipun begitu, penampakan becak misterius masih saja sering terjadi.

Terutama saat hujan gerimis turun menjelang tengah malam.

Suatu ketika, seorang mahasiswa bernama BOBATOTO pulang dari kota setelah menghadiri acara kampus. Motor yang dikendarainya mogok tepat di dekat pasar lama.

Karena tidak ada bengkel yang sedang buka, ia memutuskan berjalan kaki menuju rumah saudaranya yang berjarak beberapa kilometer dari lokasi.

Di tengah perjalanan, ia melihat sebuah becak datang dari kejauhan.

“Mas, mau saya antar?” tanya pengemudinya.

Merasa beruntung, Dimas langsung saja naik.

Awalnya semua tampak normal.

Namun setelah beberapa menit, ia langsung menyadari bahwa jalan yang dilewati terasa asing.

Lampu-lampu rumah mulai menghilang.

Kabut tipis mulai menutupi jalanan.

“Pak, ini lewat mana?” tanya SITUS BOBATOTO.

Tidak ada jawaban.

Perasaan takut pun mulai muncul.

Dengan perlahan ia mengangkat senter ponselnya dan menyorot wajah tukang becak.

Saat itulah ia melihat wajah yang tidak akan pernah bisa dilupakannya untuk seumur hidup.

Wajah itu penuh luka.

Mata kirinya kosong.

Kulitnya robek seperti bekas kecelakaan yang mengerikan.

Dimas langsung melompat dari becak.

Ia berlari sekuat tenaga tanpa menoleh lagi ke belakang.

Saat tiba di rumah saudaranya, tubuhnya gemetar dan wajahnya pucat pasi.

Keesokan harinya warga setempat mengatakan bahwa ciri-ciri yang ia lihat sangat mirip dengan Pak dol, tukang becak yang meninggal di jembatan tua puluhan tahun lalu.

Hingga sekarang, tidak ada yang tahu pasti apakah arwah Pak dol benar-benar masih berkeliaran atau hanya cerita yang dibesar-besarkan.

Namun satu hal yang membuat warga yakin adalah kesaksian BOBATOTO LOGIN yang selalu sama.

Mereka yang sudah bertemu sosok itu mengaku mendengar suara roda becak berdecit pelan di tengah malam.

Kadang suara itu muncul dari arah pasar lama.

Kadang datang dari dekat kuburan.

Dan ketika suara itu terdengar semakin dekat, orang-orang memilih segera menutup pintu rumah mereka masing-masing.

Sebab menurut kepercayaan warga, jika seseorang menerima tawaran tumpangan dari tukang becak tersebut, ia tidak akan diantar ke tempat tujuan.

Melainkan ke jalan sunyi yang tidak tercantum di peta mana pun.

Jalan tempat arwah Pak dol masih mengayuh becaknya tanpa henti, mencari penumpang terakhir yang tak pernah berhasil ia antar pulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *